Ratusan Siswa SD di Cikeusal Heboh Ikuti Pelatihan Mendongeng dan Melukis, Suasana Aula Penuh Tawa dan Kreativitas!
![]() |
| Kang Indra Bersama Ratusan Siswa se-Kecamatan Cikeusal |
SERANG (26/5) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Cikeusal sukses menggelar kegiatan "Peningkatan Kompetensi Keahlian Siswa Melalui Pelatihan Mendongeng dan Melukis" pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Koperasi Sederajat Kecamatan Cikeusal tersebut diikuti sekitar 200 siswa kelas 3 dan 4 Sekolah Dasar dari berbagai sekolah se-Kecamatan Cikeusal.
Sejak pagi, suasana aula tampak semarak dengan antusiasme para siswa yang mengikuti pelatihan dengan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi ruang pengembangan kreativitas sekaligus pembentukan karakter siswa melalui seni mendongeng dan melukis.
Ketua Pelaksana kegiatan, Amarudin, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi non-akademik siswa sejak dini.
Menurutnya, kemampuan berbicara, berimajinasi, berani tampil, dan mengekspresikan diri merupakan keterampilan penting yang harus mulai diasah di lingkungan sekolah dasar.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian, kreativitas, dan rasa percaya diri. Melalui pelatihan mendongeng dan melukis ini, siswa diajak untuk belajar mengekspresikan ide, perasaan, dan imajinasi mereka dengan cara yang menyenangkan,” ujar Amarudin.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Koperasi Sederajat Kecamatan Cikeusal yang menyediakan fasilitas aula untuk pelaksanaan kegiatan.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons luar biasa dari sekolah maupun peserta. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai ruang tumbuh kreativitas anak-anak di Kecamatan Cikeusal,” tambahnya.
Kegiatan pelatihan secara resmi dibuka oleh H. Hudamar Rohman, Koordinator Pengawas SD Kecamatan Cikeusal. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memberikan ruang kreativitas bagi anak-anak di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada angka dan nilai akademik semata, tetapi juga harus mampu membangun keberanian, karakter, dan kemampuan komunikasi siswa.
“Anak-anak hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Mereka harus dibiasakan untuk berani tampil, berani berbicara, dan berani mengekspresikan ide-idenya. Mendongeng dan melukis bukan sekadar kegiatan seni, tetapi bagian dari proses membangun kreativitas dan karakter anak,” ujar Hudamar.
Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus belajar dan mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki.
“Jangan takut mencoba dan jangan takut salah. Dari keberanian tampil itulah lahir anak-anak hebat yang kelak akan membawa perubahan bagi bangsa,” pesannya penuh semangat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dan praktik langsung dari narasumber yang kompeten di bidangnya. Untuk sesi mendongeng, hadir Indra Martha Rusmana, yang akrab disapa Kang Indra, Pendongeng CERIA yang dikenal aktif memberikan edukasi dan motivasi kepada anak-anak melalui cerita inspiratif.
Dalam sesinya, Kang Indra mengajak siswa belajar mendongeng dengan ekspresi, intonasi, dan gerakan yang menyenangkan. Suasana aula pun dipenuhi tawa dan semangat saat siswa diajak berinteraksi langsung melalui cerita-cerita edukatif.
“Dongeng bukan hanya hiburan, tetapi cara menyampaikan nilai kehidupan kepada anak-anak dengan bahasa yang menyenangkan. Anak yang berani bercerita biasanya akan lebih percaya diri dalam menghadapi kehidupan,” ungkap Indra.
Sementara itu, sesi pelatihan melukis dipandu oleh Rosman, pelukis asal Cikeusal yang memberikan teknik dasar melukis kepada para peserta. Anak-anak tampak antusias menuangkan kreativitas mereka melalui warna dan gambar yang penuh imajinasi.
Di sela kegiatan, Ketua Koperasi Sederajat Kecamatan Cikeusal, Guntur Mu’min, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan pendidikan dan pengembangan kreativitas anak-anak di wilayah Cikeusal.
Menurutnya, koperasi tidak hanya hadir dalam aspek ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung kemajuan pendidikan masyarakat.
“Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Aula koperasi harus bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama pendidikan anak-anak. Semoga tempat ini menjadi ruang lahirnya generasi kreatif dan berprestasi,” ujar Guntur.
Kegiatan pelatihan berlangsung meriah dan penuh antusias hingga akhir acara. Banyak siswa mengaku senang karena mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan dan memotivasi mereka untuk lebih percaya diri dalam berkarya dan tampil di depan umum.

Posting Komentar