Carut Marut Program MBG, Tokoh Masyarakat Asal Bayah Ajak Masyarakat Awasi

Tokoh Kabupaten Lebak, Asal Kecamatan Bayah, Erwin Komara Sukma
LEBAK - Carut marut Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ramai diperbincangkan oleh masyarakat merupakan kegagalan pelaksanaan program. Hal ini dipicu karena pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hanya berorientasi pada keuntungan yang mereka dapatkan.
Hampir setiap kalangan menyoroti pelaksanaan program MBG yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto ini. Publik menilai banyak ketidak sesuaian pelaksanaan program MBG ini, terutama dalam penyajian menu disetiap porsi menu MBG.
Demikian disampaikan oleh tokoh Kabupaten Lebak asal Kecamatan Bayah, Erwin Komara Sukma. Ia mengatakan bahwa hasil monitoring dilapangan, para pemilik SPPG banyak yg tidak paham tentang tata kelola makanan, pengelola SPPG hanya berfokus pada keuntungan yang mereka peroleh.
Erwin juga tidak menampik dari sekian puluh SPPG yang ada di Kabupaten Lebak, ada SPPG yang menyajikan menu dengan kualitas yang bagus, namun kebanyakan menu yang disajikan sangat jauh dari kualitas yang memadai, baik dari sisi nilai gizi maupun dari sisi nilai anggaran dalam setiap menu.
"Faktanya, menu MBG banyak yang tidak sesuai , tidak layak konsumsi, banyak di komplain oleh masyarakat" kata Erwin.
Untuk itu, Erwin mengajak kepada semua unsur masyarakat, para tenaga pendidik untuk mengawasi pelaksanaan Program MBG di wilayahnya masing-masing, terutama para guru yang nota bene sekolah tempat mereka mengajar merupakan tempat penerima manfaat terbanyak program MBG bagi siswa. Hal ini penting dilakukan agar program MBG ini bisa berhasil sebagai mana harapan Presiden Prabowo.
"Demi keberhasilan program MBG, para kepala sekolah, para guru dan masyarakat harus berani menginformasikan dan memposting setiap menu MBG yg disajikan. Tidak perlu takut," katanya. ***
Posting Komentar