Workshop Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis Deep Learning Digelar Dosen Unindra di SDIT Nurul Huda
![]() |
| Foto Tim Dosen UNINDRA Bersama Perwakilan Guru SDIT Nurul Huda, Jakarta |
JAKARTA TIMUR (21/1) — Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran terus dilakukan melalui penguatan kompetensi pendidik. Salah satunya diwujudkan melalui Workshop Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Deep Learning yang diikuti oleh para pendidik dan tenaga kependidikan, bertempat di SDIT Nurul Huda Jakarta Timur, Komplek Polri Cipinang Atas, Jl. Bekasi Timur Raya, RT 11/RW 5, Cipinang, Kecamatan Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Workshop ini menghadirkan tim pelaksana dari Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, yakni Maya Nurfitriyanti, M.Pd; Yogi Wiratomo, M.Pd; Dr. Ul’fah Hernaeny, M.Pd; serta Ahiruddin, M.Pd., Kons, dengan SDIT Nurul Huda Jakarta Timur sebagai mitra Abdimas. Kegiatan ini dirancang untuk membekali guru dengan pemahaman konseptual dan praktis dalam menyusun modul ajar Kurikulum Merdeka yang mendalam, bermakna, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Kepala SDIT Nurul Huda Jakarta Timur, Drs. H. Sartomo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa workshop ini menjadi momentum penting bagi guru untuk memperkuat peran profesionalnya di tengah dinamika perubahan paradigma pendidikan.
“Workshop ini sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Guru tidak hanya dituntut menyampaikan materi, tetapi juga mampu merancang pembelajaran yang menumbuhkan daya pikir kritis, karakter, dan kemandirian peserta didik. Atas nama keluarga besar SDIT Nurul Huda, kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Indraprasta PGRI Jakarta yang telah berbagi ilmu dan pengalaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sartomo berharap kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi dapat terus berlanjut. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan workshop saja, tetapi berlanjut dalam pendampingan dan pengembangan profesional guru. Dengan dukungan akademisi, kami optimistis para pendidik mampu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara lebih kreatif dan bermakna,” tambahnya.
Salah satu materi utama disampaikan oleh Yogi Wiratomo, M.Pd, yang mengulas secara mendalam tentang pendekatan Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka. Ia menjelaskan bahwa deep learning bukan sekadar metode, melainkan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep secara mendalam, keterkaitan antarmateri, serta penguatan kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills).
“Modul ajar harus dirancang untuk mendorong peserta didik berpikir, bertanya, dan merefleksikan pembelajaran. Deep learning menempatkan siswa sebagai subjek aktif, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses berpikir dan eksplorasi,” jelas Yogi.
Dalam paparannya, Yogi juga menekankan pentingnya penyusunan modul ajar yang kontekstual, relevan dengan kehidupan nyata, serta selaras dengan profil Pelajar Pancasila. Melalui pendekatan ini, guru diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang tidak hanya mengejar ketuntasan materi, tetapi juga membentuk karakter dan kompetensi abad ke-21.
Workshop berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan praktik penyusunan modul ajar. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, karena materi yang disampaikan dinilai aplikatif dan langsung dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik dan tenaga kependidikan semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara optimal, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang mendalam, bermakna, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Posting Komentar