Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
Kabarindo79.Net
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Politik
  • Olahraga
  • Opini
  • Wisata
  • Teknologi
  • Info dan Tips
  • Kesehatan
  • Kuliner
Kabarindo79.Net
Telusuri

Beranda Headline Februari yang Membawa Luka: Saat BPJS PBI Non Aktif, Tak Lagi Menjamin Nyawa
Headline

Februari yang Membawa Luka: Saat BPJS PBI Non Aktif, Tak Lagi Menjamin Nyawa

Riswan
Riswan
09 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Delima. Ketua Yayasan Respek Peduli Lebak

Kabarindo79.net
- Awal Februari 2026 menjadi masa yang sangat kelam bagi kami. Situasi yang terjadi begitu menyesakkan, terutama ketika harus berhadapan dengan kondisi yang sama sekali tidak terduga. Peristiwa ini diawali oleh tangisan dan kepanikan pasien-pasien dampingan kami yang mendapati status kepesertaan BPJS Kesehatan mereka dinonaktifkan secara tiba-tiba, tepat saat sedang menjalani perawatan dan tindakan medis.

Kondisi ini sangat memprihatinkan dan dapat dikatakan jauh lebih buruk dari sebuah bencana, karena penonaktifan tersebut terjadi di tengah situasi medis yang krusial, tanpa pemberitahuan, tanpa sosialisasi, dan tanpa kesiapan apa pun.

‎Terdapat pasien dampingan kami yang telah menjalani beberapa kali operasi pemasangan tempurung kepala. Saat masuk rumah sakit, status kepesertaannya masih aktif, namun menjelang kepulangan dinyatakan tidak aktif. Ada pula pasien yang sedang menjalani kemoterapi, tindakan operasi, cuci darah, maupun kontrol rutin yang tidak boleh terputus karena ketergantungan obat.

Pada akhirnya, mereka harus menerima kenyataan pahit bahwa seluruh biaya pengobatan tidak lagi ditanggung. Bagi pihak yang tidak berada dalam situasi tersebut, mungkin dampaknya tidak terasa. Namun bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit, tidak ada ruang untuk perdebatan.

‎Negara tentu memiliki kewenangan dalam menetapkan kebijakan, termasuk atas nama efisiensi anggaran. Mungkin kebijakan tersebut masih dapat ditoleransi apabila dampaknya mengenai sektor lain. Namun ketika yang terdampak adalah penonaktifan PBI secara massal, maka yang terhenti bukan hanya layanan kesehatan, melainkan juga harapan hidup dan keselamatan manusia.

Penonaktifan yang dilakukan secara terpusat dengan tujuan menuju Universal Health Coverage (UHC) mungkin terlihat ideal dalam tataran konsep dan dokumen perencanaan. Namun di lapangan, sistem masih jauh dari kata siap. Baik dari sisi mekanisme maupun sumber daya manusia, masih terdapat kekacauan yang serius. Sulit berharap kebijakan berjalan efektif apabila diterapkan pada sistem yang belum siap secara menyeluruh.

‎Selama bertahun-tahun saya menjalani hari-hari dengan berbagai upaya untuk mendampingi dan membantu perjuangan pasien-pasien dhuafa. Namun baru kali ini saya merasakan keputusasaan yang begitu dalam, hingga hampir menyerah karena merasa tidak lagi mampu berbuat apa-apa. Saya tidak sanggup menghadapi tangisan pasien yang terkendala biaya, padahal mereka masih memiliki semangat besar untuk bertahan dan melanjutkan pengobatan.

‎Kondisi yang terjadi saat ini bukanlah persoalan satu atau dua orang. Ini terjadi secara massal, dalam jumlah besar, dan berlangsung serentak tanpa peringatan sebelumnya. Mereka tidak membutuhkan bantuan uang, sembako, atau bentuk bantuan lainnya. Yang mereka butuhkan hanyalah kepesertaan BPJS yang aktif agar dapat terus menjalani pengobatan. Apabila negara memang sudah tidak memiliki kemampuan untuk menanggung hal tersebut, setidaknya diperlukan pemberitahuan dan masa transisi agar masyarakat tidak terjebak dalam situasi yang sedemikian berat.

‎Saya tidak sanggup menyaksikan pasien dengan penyakit berat akhirnya menyerah. Saya tidak sanggup melihat penderitaan yang terjadi tepat di depan mata. Lebih dari itu, saya tidak sanggup menjadi saksi hidup ketika kematian semakin mendekat akibat kebijakan yang diterapkan tanpa mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Rasa lapar mungkin masih dapat ditahan, tetapi persoalan penyakit tidak dapat ditawar.

‎Kepada para pengambil kebijakan, mungkin kesedihan ini tidak sepenuhnya dapat dirasakan karena perbedaan kondisi sosial dan ekonomi. Namun perlu dipertanyakan, bagaimana mungkin pasien yang seharusnya tidak boleh terputus pengobatannya justru harus berhenti karena ketidakmampuan biaya? Di tengah hiruk-pikuk kebijakan dan administrasi, apakah jeritan mereka masih terdengar?

‎Apabila dasar penonaktifan adalah penilaian desil yang dianggap tinggi, maka patut dipertanyakan kembali: apakah data tersebut benar-benar valid dan mencerminkan kondisi nyata di lapangan? Apakah keputusan diambil berdasarkan data semata, atau telah diuji dengan fakta yang sesungguhnya? Dan apakah para pengambil kebijakan telah siap menanggung konsekuensi dari keputusan yang menentukan siapa yang layak dibantu negara dan siapa yang harus dibiarkan berjuang sendiri, meskipun sedang menghadapi penyakit yang mengancam nyawa?. ***

Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
vimeo Langganan
instagram Follow
rss Langganan
pinterest Follow

Featured Post

Soroti Dugaan Penyimpangan Program Makan Bergizi Gratis, KNPI Pandeglang Gelar Aksi di BGN RI di Jakarta

Rio prayoga w- Maret 13, 2026 0
Soroti Dugaan Penyimpangan Program Makan Bergizi Gratis, KNPI Pandeglang Gelar Aksi di BGN RI di Jakarta
Jakarta - Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Pandeglang menggelar aksi demonstrasi di kantor Badan Gizi Nasional (BGN)…

Berita Terpopuler

“Memberi untuk Negeri”, LAZISMU Kota Serang Bahagiakan 100 Anak Yatim dalam Safari Ramadhan

“Memberi untuk Negeri”, LAZISMU Kota Serang Bahagiakan 100 Anak Yatim dalam Safari Ramadhan

Maret 08, 2026
Pererat Kebersamaan Pramuka Penegak dan Pandega: Kwarran Kasemen Gelar Gema Taklim Ramadhan

Pererat Kebersamaan Pramuka Penegak dan Pandega: Kwarran Kasemen Gelar Gema Taklim Ramadhan

Maret 07, 2026
Silaturahmi Warga Bukit Mas Menghangat, Bukber Diisi Berkisah Islami Penuh Keceriaan

Silaturahmi Warga Bukit Mas Menghangat, Bukber Diisi Berkisah Islami Penuh Keceriaan

Maret 08, 2026
PPWI Lebak Selatan Semarakkan Ramadhan 1447 H Bagikan Takjil dan Nasi Kotak ke Warga

PPWI Lebak Selatan Semarakkan Ramadhan 1447 H Bagikan Takjil dan Nasi Kotak ke Warga

Maret 09, 2026
Diduga PT. FIF tarik paksa kendaraan konsumen di jalan

Diduga PT. FIF tarik paksa kendaraan konsumen di jalan

Maret 12, 2026
Buruknya Sistem  pelayanan PT.FIF Cabang Serang.  Tarik Paksa Motor Konsumen

Buruknya Sistem pelayanan PT.FIF Cabang Serang. Tarik Paksa Motor Konsumen

Maret 12, 2026
Temu Rindu Bulan Ramadhan di Lapas Serang

Temu Rindu Bulan Ramadhan di Lapas Serang

Maret 06, 2026
“Pasca Lebaran Kejari Kabupaten Tangerang Akan Digedor Massa: Kasus PNKR yang Menggantung Memicu Gelombang Tekanan Publik”

“Pasca Lebaran Kejari Kabupaten Tangerang Akan Digedor Massa: Kasus PNKR yang Menggantung Memicu Gelombang Tekanan Publik”

Maret 12, 2026
Bengkulu Heboh! Beredar Kabar dugaan Bupati Rejang Lebong terjaring OTT KPK

Bengkulu Heboh! Beredar Kabar dugaan Bupati Rejang Lebong terjaring OTT KPK

Maret 10, 2026
Kasus Pelanggaran Penggunaan Hak Cipta Logo RSUD Labuan Berbuntut Panjang, Dinkes Banten Resmi Dilaporkan ke Kemenkum RI

Kasus Pelanggaran Penggunaan Hak Cipta Logo RSUD Labuan Berbuntut Panjang, Dinkes Banten Resmi Dilaporkan ke Kemenkum RI

Maret 11, 2026

Berita Terpopuler

“Memberi untuk Negeri”, LAZISMU Kota Serang Bahagiakan 100 Anak Yatim dalam Safari Ramadhan

“Memberi untuk Negeri”, LAZISMU Kota Serang Bahagiakan 100 Anak Yatim dalam Safari Ramadhan

Maret 08, 2026
Pererat Kebersamaan Pramuka Penegak dan Pandega: Kwarran Kasemen Gelar Gema Taklim Ramadhan

Pererat Kebersamaan Pramuka Penegak dan Pandega: Kwarran Kasemen Gelar Gema Taklim Ramadhan

Maret 07, 2026
Silaturahmi Warga Bukit Mas Menghangat, Bukber Diisi Berkisah Islami Penuh Keceriaan

Silaturahmi Warga Bukit Mas Menghangat, Bukber Diisi Berkisah Islami Penuh Keceriaan

Maret 08, 2026
PPWI Lebak Selatan Semarakkan Ramadhan 1447 H Bagikan Takjil dan Nasi Kotak ke Warga

PPWI Lebak Selatan Semarakkan Ramadhan 1447 H Bagikan Takjil dan Nasi Kotak ke Warga

Maret 09, 2026
Diduga PT. FIF tarik paksa kendaraan konsumen di jalan

Diduga PT. FIF tarik paksa kendaraan konsumen di jalan

Maret 12, 2026
Buruknya Sistem  pelayanan PT.FIF Cabang Serang.  Tarik Paksa Motor Konsumen

Buruknya Sistem pelayanan PT.FIF Cabang Serang. Tarik Paksa Motor Konsumen

Maret 12, 2026
Temu Rindu Bulan Ramadhan di Lapas Serang

Temu Rindu Bulan Ramadhan di Lapas Serang

Maret 06, 2026
“Pasca Lebaran Kejari Kabupaten Tangerang Akan Digedor Massa: Kasus PNKR yang Menggantung Memicu Gelombang Tekanan Publik”

“Pasca Lebaran Kejari Kabupaten Tangerang Akan Digedor Massa: Kasus PNKR yang Menggantung Memicu Gelombang Tekanan Publik”

Maret 12, 2026
Bengkulu Heboh! Beredar Kabar dugaan Bupati Rejang Lebong terjaring OTT KPK

Bengkulu Heboh! Beredar Kabar dugaan Bupati Rejang Lebong terjaring OTT KPK

Maret 10, 2026
Kasus Pelanggaran Penggunaan Hak Cipta Logo RSUD Labuan Berbuntut Panjang, Dinkes Banten Resmi Dilaporkan ke Kemenkum RI

Kasus Pelanggaran Penggunaan Hak Cipta Logo RSUD Labuan Berbuntut Panjang, Dinkes Banten Resmi Dilaporkan ke Kemenkum RI

Maret 11, 2026
Kabarindo79.Net

About Us

Kabarindo79.net merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: redaksikabarindo79@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2025 Kabarindo79.Net
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber