Kwarcab Kota Serang Sukses Gelar Seminar Pramuka “Climate Hero”, Bangun Generasi Berintegritas Peduli Lingkungan
![]() |
| Kebahagiaan Peserta Climate Hero |
SERANG (24/5)– Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Serang sukses menggelar Seminar Pramuka bertema “Pramuka dan Generasi Berintegritas: Climate Hero (Duta Perubahan Lingkungan)” pada Minggu, 24 Mei 2026 bertempat di Aula Kwarcab Kota Serang. Kegiatan yang berlangsung penuh semangat tersebut diikuti puluhan peserta Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega dari berbagai gugus depan di Kota Serang.
Tak hanya dihadiri peserta dari Kwarcab Kota Serang, seminar ini juga mendapat antusiasme dari utusan Kwarcab Kabupaten Serang dan Kwarcab Pandeglang. Suasana kegiatan berlangsung hangat, interaktif, dan sarat inspirasi tentang pentingnya peran generasi muda dalam menjaga lingkungan hidup.
Ketua Pelaksana kegiatan, Samudi, dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini menjadi bagian dari ikhtiar Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan masa depan bumi.
“Tema Climate Hero kami angkat karena hari ini isu lingkungan menjadi tantangan nyata yang harus dijawab oleh generasi muda. Pramuka harus hadir sebagai pelopor perubahan, bukan hanya menjadi penonton. Kami ingin peserta memiliki kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari pengabdian,” ujar Samudi.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Seminar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ruang pembelajaran dan penyadaran bersama. Kami berharap para peserta pulang membawa semangat baru untuk menjadi duta perubahan lingkungan di daerahnya masing-masing,” tambahnya.
Kegiatan seminar secara resmi dibuka oleh Indra Martha Rusmana, Sekretaris Kwarcab Kota Serang. Dalam sambutannya, Kak Indra menyampaikan pesan yang kuat tentang pentingnya integritas generasi muda di tengah tantangan zaman modern.
Menurutnya, Pramuka tidak boleh hanya dikenal sebagai organisasi kegiatan lapangan semata, tetapi harus mampu menjadi gerakan pendidikan karakter yang melahirkan generasi peduli, bertanggung jawab, dan memiliki keberanian menjaga masa depan bangsa.
“Lingkungan hari ini sedang tidak baik-baik saja. Krisis sampah, perubahan iklim, hingga kerusakan alam menjadi persoalan serius. Karena itu, Pramuka harus menjadi bagian dari solusi. Jadilah generasi yang tidak hanya pandai berbicara tentang perubahan, tetapi berani memulai perubahan itu dari diri sendiri,” tegas Kak Indra.
Ia juga mengingatkan bahwa integritas bukan hanya soal kejujuran, tetapi tentang konsistensi antara ucapan dan tindakan.
“Pramuka sejati adalah mereka yang tetap menjaga nilai meski tidak sedang dilihat orang lain. Dan hari ini, salah satu bentuk integritas itu adalah kepedulian terhadap lingkungan. Jika generasi muda cuek terhadap bumi, maka masa depan sedang dipertaruhkan,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber kompeten dan inspiratif, yakni Havid, Ketua Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarda Banten, serta Ari Wijanarko Adipratomo, Manajer Advokasi Climate Reality Indonesia.
Dalam paparannya, Havid, yang juga dikenal sebagai Ketua Forum Penggiat Anti Korupsi Kota Serang, menekankan bahwa Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam membangun budaya integritas sejak dini, dimulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan sosial para generasi muda.
Menurutnya, pendidikan antikorupsi tidak cukup hanya melalui teori di ruang kelas, tetapi harus dibiasakan melalui karakter dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Korupsi itu bukan hanya soal uang miliaran atau jabatan besar. Ketika seseorang mulai terbiasa berbohong, tidak disiplin, mengambil hak orang lain, atau tidak bertanggung jawab, itu adalah pintu awal lahirnya perilaku koruptif. Karena itu, integritas harus dibangun sejak kecil, dimulai dari rumah, keluarga, lalu diperkuat di sekolah dan organisasi seperti Pramuka,” ujar Havid.
Ia menilai Gerakan Pramuka memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter generasi muda karena di dalamnya terdapat pendidikan kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian sosial.
“Pramuka bukan sekadar kegiatan baris-berbaris atau perkemahan. Di dalam Pramuka ada pendidikan nilai. Anak-anak diajarkan tentang tanggung jawab, amanah, gotong royong, hingga keberanian mengatakan yang benar. Itu semua adalah fondasi budaya antikorupsi,” tegasnya.
Havid juga mengajak peserta seminar agar menjadi generasi yang berani menjaga integritas di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Indonesia tidak hanya membutuhkan generasi pintar, tetapi generasi yang jujur. Sebab bangsa bisa hancur bukan karena kurang orang cerdas, tetapi karena kehilangan integritas,” pungkasnya.
Sementara itu, Ari Wijanarko Adipratomo, Manajer Advokasi Climate Reality Indonesia yang juga merupakan pengurus Pramuka Asia Pasifik WOSM (World Organization of the Scout Movement), mengajak peserta seminar untuk menjadi generasi muda yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga berani menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Ari menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki kekuatan besar sebagai gerakan pendidikan karakter global yang mampu melahirkan generasi tangguh menghadapi tantangan zaman, termasuk krisis lingkungan dan perubahan iklim.
“Pramuka itu bukan hanya organisasi lokal, tetapi gerakan dunia yang mengajarkan kepedulian, kepemimpinan, dan aksi nyata. Hari ini dunia membutuhkan anak-anak muda yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi berani bergerak dan memberi solusi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Jangan pernah merasa terlalu kecil untuk membuat perubahan. Memungut sampah, mengurangi plastik, mengajak teman peduli lingkungan, itu terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan bersama-sama akan menjadi gerakan besar,” kata Ari penuh semangat.
Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bumi. Karena itu, ia mendorong para anggota Pramuka untuk menjadi contoh positif di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Menjadi Climate Hero bukan tentang menjadi terkenal, tetapi tentang keberanian menjaga bumi untuk generasi berikutnya. Dan saya percaya, Pramuka Indonesia punya potensi besar menjadi pemimpin perubahan itu,” ungkapnya.
Pesan inspiratif Ari tersebut mendapat respons positif dari peserta seminar yang tampak antusias mengikuti sesi diskusi hingga akhir kegiatan.
Kegiatan seminar berlangsung dinamis dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan refleksi bersama. Banyak peserta mengaku termotivasi dan mendapatkan perspektif baru tentang pentingnya peran Pramuka dalam isu lingkungan.
Melalui seminar ini, Kwarcab Kota Serang berharap lahir generasi Pramuka yang tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi Climate Hero yang mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Posting Komentar