Tak Sekadar Diskusi, PDNA Kota Serang Hadirkan Rumah Aman MentariNA untuk Lindungi Perempuan dan Anak
![]() |
| Diskusi Publik Launching MentariNA Kota Serang |
SERANG (13/7) – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Serang resmi meluncurkan Rumah Aman Perempuan MentariNA pada Ahad (12/7/2026) di Aula Gedung Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten, Kota Serang. Kehadiran rumah aman tersebut menjadi langkah konkret organisasi perempuan Muhammadiyah dalam memperkuat perlindungan serta pendampingan bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan berbasis gender (KBG).
Peluncuran MentariNA dirangkaikan dengan Pengukuhan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Cipocok Jaya dan Diskusi Publik yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan di bidang perlindungan perempuan dan anak.
Ketua terpilih Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Cipocok Jaya, Bd. Hardianti, S.ST, mengatakan bahwa kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat gerakan dakwah sekaligus pemberdayaan perempuan di Kecamatan Cipocok Jaya.
"Ini merupakan awal dari perjalanan panjang yang kami harapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi umat, sejalan dengan tema kegiatan Perempuan Berdaya, Menebar Kebajikan Memberi Dampak Bagi Semesta," ujarnya.
Menjawab Tantangan Kasus Kekerasan
Peluncuran MentariNA dilatarbelakangi masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia, termasuk di Kota Serang. Berbagai bentuk kekerasan, seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual, hingga kekerasan berbasis gender lainnya masih menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan serius.
Banyak kasus yang tidak pernah tercatat karena korban memilih diam akibat rasa takut, tekanan sosial, maupun minimnya akses terhadap layanan pendampingan. Kondisi tersebut menjadi alasan penting hadirnya rumah aman berbasis komunitas yang mudah dijangkau masyarakat.
PDNA Kota Serang memandang bahwa penanganan korban tidak cukup berhenti pada aspek hukum semata, tetapi juga membutuhkan dukungan psikologis, edukasi, serta pemulihan secara menyeluruh.
Layanan Gratis dan Rahasia
Rumah Aman Perempuan MentariNA menyediakan berbagai layanan yang dapat diakses masyarakat secara gratis, rahasia, dan tanpa diskriminasi, meliputi:
- Pendampingan psikologis dan konseling oleh pendamping terlatih.
- Pendampingan hukum bagi korban yang menempuh proses hukum melalui kerja sama dengan LBH-AP Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten.
- Rujukan layanan kesehatan dan konseling lanjutan bersama DP3AKB Kota Serang.
- Edukasi pencegahan kekerasan bagi masyarakat.
Nama MentariNA sendiri terinspirasi dari simbol matahari Muhammadiyah yang melambangkan harapan, pencerahan, dan semangat memberi manfaat bagi sesama.
Kolaborasi Lintas Sektor
Peluncuran Rumah Aman Perempuan MentariNA mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Serang.
Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia mengapresiasi inisiatif PDNA Kota Serang dalam menghadirkan layanan perlindungan berbasis masyarakat dan menyatakan komitmen pemerintah untuk terus bersinergi dalam upaya perlindungan perempuan dan anak.
Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Serang, DP3AKB Kota Serang, serta Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik (LBH-AP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Banten.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan sistem layanan yang lebih terpadu sehingga korban memperoleh pendampingan secara menyeluruh, mulai dari aspek psikologis, hukum, hingga pemulihan sosial.
Dialog Publik Perkuat Edukasi
Usai peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi publik yang dimoderatori Desi Ariyani, S.Psi., M.Si., sekaligus Ketua MentariNA.
Diskusi menghadirkan narasumber dari UPTD PPA Kota Serang Tsuroya Ghina, S.Sos., Iron Fajrul Aslami, S.H., M.H. dari LBH-AP PWM Banten, Erif Fahmi, S.H. selaku Ketua Bidang Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Serang, serta Maghfiroh Realis Murphi, M.M. Ketua PDNA Kota Serang.
Para narasumber membahas berbagai tantangan penanganan kekerasan berbasis gender, pentingnya keberanian korban untuk melapor, serta perlunya edukasi masyarakat agar mampu mencegah terjadinya kekerasan sejak dini.
Komitmen Berkelanjutan
Ketua PDNA Kota Serang Maghfiroh Realis Murphi menegaskan bahwa peluncuran MentariNA bukanlah akhir, melainkan awal dari upaya panjang dalam membangun sistem perlindungan perempuan yang lebih baik.
"Kehadiran MentariNA merupakan awal dari perjalanan panjang. Kami akan terus menyempurnakan program ini agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas. Kami berharap MentariNA menjadi simbol bahwa Kota Serang adalah kota yang aman dan peduli terhadap hak-hak perempuan," ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua MentariNA Desi Ariyani menilai keberhasilan rumah aman sangat bergantung pada kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, mulai dari memperkuat arah gerak organisasi hingga membangun jejaring yang lebih luas. Semakin banyak pihak yang bergandengan tangan, semakin besar pula dampak yang dapat dihadirkan bagi perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan," katanya.
Dengan hadirnya Rumah Aman Perempuan MentariNA, PDNA Kota Serang berharap masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap layanan perlindungan, sekaligus memperkuat budaya saling peduli dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya membangun Kota Serang yang lebih aman, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh warganya.

Posting Komentar