Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
Kabarindo79.Net
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Politik
  • Olahraga
  • Opini
  • Wisata
  • Teknologi
  • Info dan Tips
  • Kesehatan
  • Kuliner
Kabarindo79.Net
Telusuri

Beranda Headline TIKAM Desak Gubernur Banten Evaluasi Juknis SPMB 2026, Nilai Jalur Domisili Bergeser Menjadi Jalur Akademik
Headline

TIKAM Desak Gubernur Banten Evaluasi Juknis SPMB 2026, Nilai Jalur Domisili Bergeser Menjadi Jalur Akademik

admin
admin
18 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp






Serang, 18 Juni 2026 – Lembaga Swadaya Masyarakat Transparansi Kajian Masyarakat (TIKAM) mendesak Gubernur Banten dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten untuk segera melakukan evaluasi terhadap Petunjuk Teknis (Juknis) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026, khususnya pada mekanisme seleksi Jalur Domisili Wilayah yang dinilai menimbulkan kebingungan dan keresahan di masyarakat.

Desakan tersebut muncul setelah TIKAM melakukan kajian terhadap ketentuan seleksi Jalur Domisili Wilayah sebagaimana diatur dalam Keputusan Gubernur Banten Nomor 141 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis SPMB SMA, SMK, dan SKh Provinsi Banten Tahun Ajaran 2026/2027.

Dalam ketentuan tersebut disebutkan bahwa apabila jumlah pendaftar melebihi kuota, maka seleksi pertama ditentukan berdasarkan bobot nilai rata-rata rapor lima semester, sedangkan jarak domisili ke sekolah baru digunakan sebagai seleksi kedua apabila terdapat nilai yang sama pada batas kuota.


Ketua TIKAM, Danny Pratama, menilai ketentuan tersebut berpotensi menimbulkan tafsir yang berbeda dengan pemahaman masyarakat mengenai makna jalur domisili.

"Masyarakat memahami jalur domisili sebagai jalur yang memprioritaskan kedekatan tempat tinggal peserta didik dengan sekolah. Namun berdasarkan Keputusan Gubernur tersebut, faktor pertama yang menentukan kelulusan justru nilai rapor. Jarak domisili hanya menjadi pembanding apabila nilai pada batas kuota sama. Ini yang menjadi sumber kebingungan publik," tegas Danny.

Menurutnya, apabila seleksi utama menggunakan nilai akademik, maka secara substansi jalur tersebut berpotensi bergeser dari semangat pemerataan akses pendidikan berbasis wilayah menjadi seleksi berbasis capaian akademik.

TIKAM menilai kondisi ini perlu mendapatkan penjelasan resmi dari Pemerintah Provinsi Banten agar tidak menimbulkan persepsi negatif maupun dugaan adanya ketidaksesuaian dengan semangat regulasi nasional.

 *Dinilai Menimbulkan Ambiguitas* 

TIKAM mencatat banyak aduan masyarakat yang mempertanyakan mengapa peserta didik yang tinggal sangat dekat dengan sekolah tidak otomatis memperoleh prioritas dibanding peserta lain yang memiliki nilai rapor lebih tinggi.

Menurut TIKAM, istilah *"Domisili Wilayah"* berpotensi menimbulkan ambiguitas apabila faktor utama seleksi bukan berdasarkan kedekatan domisili.

"Jika nama jalurnya domisili, maka logika masyarakat tentu kedekatan tempat tinggal menjadi prioritas utama. Ketika faktanya nilai rapor menjadi penentu pertama, maka wajar apabila muncul pertanyaan dan protes dari masyarakat. Pemerintah harus menjelaskan secara terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman," lanjutnya.

Selain persoalan pembobotan, TIKAM juga menyoroti berbagai laporan terkait kesalahan titik koordinat domisili, ketidakpahaman masyarakat terhadap sistem seleksi, hingga minimnya publikasi formula perankingan yang digunakan dalam sistem SPMB.

 *Minta Gubernur Bentuk Tim Evaluasi* 

Atas berbagai polemik tersebut, TIKAM meminta Gubernur Banten untuk membentuk tim evaluasi independen yang melibatkan unsur:

Ombudsman RI Perwakilan Banten;

DPRD Provinsi Banten;
Akademisi;

Praktisi pendidikan;

Perwakilan masyarakat dan wali murid.

 *Tuntutan TIKAM* 

Dalam waktu dekat, TIKAM akan mengajukan audiensi resmi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten serta Gubernur Banten dengan sejumlah tuntutan, antara lain:

1. Membuka dasar hukum pembobotan nilai rapor pada Jalur Domisili Wilayah.

2. Menjelaskan alasan nilai rapor dijadikan seleksi utama dibanding jarak domisili.

3. Membuka data dan formula seleksi secara transparan kepada publik.

4. Melakukan audit terhadap sistem titik koordinat domisili peserta.

5. Menyediakan mekanisme pengaduan yang mudah dan responsif.

6. Melakukan evaluasi terhadap Keputusan Gubernur Nomor 141 Tahun 2026 apabila terbukti menimbulkan multitafsir di masyarakat.

 *Pendidikan Harus Mengedepankan Keadilan* 

TIKAM menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk menghambat pelaksanaan SPMB, melainkan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal kebijakan publik.

"Kami mendukung SPMB yang bersih, transparan, dan bebas intervensi. Namun pemerintah juga harus memastikan bahwa setiap aturan mudah dipahami masyarakat dan tidak menimbulkan tafsir yang berbeda. Pendidikan adalah hak warga negara, sehingga setiap kebijakan harus menjunjung tinggi asas keadilan, keterbukaan, dan kepastian hukum," tutup Danny Pratama.

 *LSM Transparansi Kajian Masyarakat (TIKAM)* menegaskan akan terus mengawal proses SPMB Banten 2026 guna memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, objektivitas, dan keadilan bagi seluruh calon peserta didik.
Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
vimeo Langganan
instagram Follow
rss Langganan
pinterest Follow

Featured Post

organisasi kemasyarakatan, aktivis pemerhati pendidikan, serta elemen masyarakat sipil di Provinsi Banten Siap mengajukan Audiensi Ke OMBUDSMAN Banten, Minta Pengawasan Khusus SPMB 2026

admin- Juni 18, 2026 0
organisasi kemasyarakatan, aktivis pemerhati pendidikan, serta elemen masyarakat sipil di Provinsi Banten Siap mengajukan Audiensi Ke OMBUDSMAN Banten, Minta  Pengawasan Khusus SPMB 2026
Serang, 18 Juni 2026 – Sejumlah organisasi kemasyarakatan, aktivis pemerhati pendidikan, serta elemen masyarakat sipil di Provinsi Banten berencana mengajukan …

Berita Terpopuler

PERSPEKTIF MASYARAKAT TERKAIT SPMB 2026: SISTEM ZONASI DINILAI MASIH AMBIGU DAN BELUM ADIL

PERSPEKTIF MASYARAKAT TERKAIT SPMB 2026: SISTEM ZONASI DINILAI MASIH AMBIGU DAN BELUM ADIL

Juni 17, 2026
Ketua DPD Laskar Banten, H. Mumu Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H.

Ketua DPD Laskar Banten, H. Mumu Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H.

Juni 17, 2026
KETUA BPPKB BANTEN DAMPINGI LAPORAN DI POLSEK PATIA DIDUGA KORBAN PENGANIAYAAN

KETUA BPPKB BANTEN DAMPINGI LAPORAN DI POLSEK PATIA DIDUGA KORBAN PENGANIAYAAN

Juni 09, 2026
Warga Cilograng Apresiasi PT. GHL dan PT. NKE Bangun Akses Jalan Desa

Warga Cilograng Apresiasi PT. GHL dan PT. NKE Bangun Akses Jalan Desa

Juni 14, 2026
TIKAM Desak Gubernur Banten Evaluasi Juknis SPMB 2026, Nilai Jalur Domisili Bergeser Menjadi Jalur Akademik

TIKAM Desak Gubernur Banten Evaluasi Juknis SPMB 2026, Nilai Jalur Domisili Bergeser Menjadi Jalur Akademik

Juni 18, 2026
PPPKRI Bela Negara Desak Ombudsman Tutup Permanen 40 Titik Tambang Ilegal di Mancak

PPPKRI Bela Negara Desak Ombudsman Tutup Permanen 40 Titik Tambang Ilegal di Mancak

Juni 08, 2026
IWO Indonesia Kawal Ketat SPMB Banten, Suprani: Jangan Ada Titip-Menitip Berkedok “Uang Terima Kasih”

IWO Indonesia Kawal Ketat SPMB Banten, Suprani: Jangan Ada Titip-Menitip Berkedok “Uang Terima Kasih”

Juni 12, 2026
MBG: Mari Berhijrah Guys

MBG: Mari Berhijrah Guys

Juni 15, 2026
JUKNIS SPMB BANTEN 2026 BERPOTENSI MENIMBULKAN KERANCUAN PUBLIK, JALUR DOMISILI NAMUN NILAI RAPOR MENJADI PENENTU UTAMA

JUKNIS SPMB BANTEN 2026 BERPOTENSI MENIMBULKAN KERANCUAN PUBLIK, JALUR DOMISILI NAMUN NILAI RAPOR MENJADI PENENTU UTAMA

Juni 17, 2026

Berita Terpopuler

PERSPEKTIF MASYARAKAT TERKAIT SPMB 2026: SISTEM ZONASI DINILAI MASIH AMBIGU DAN BELUM ADIL

PERSPEKTIF MASYARAKAT TERKAIT SPMB 2026: SISTEM ZONASI DINILAI MASIH AMBIGU DAN BELUM ADIL

Juni 17, 2026
Ketua DPD Laskar Banten, H. Mumu Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H.

Ketua DPD Laskar Banten, H. Mumu Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H.

Juni 17, 2026
KETUA BPPKB BANTEN DAMPINGI LAPORAN DI POLSEK PATIA DIDUGA KORBAN PENGANIAYAAN

KETUA BPPKB BANTEN DAMPINGI LAPORAN DI POLSEK PATIA DIDUGA KORBAN PENGANIAYAAN

Juni 09, 2026
Warga Cilograng Apresiasi PT. GHL dan PT. NKE Bangun Akses Jalan Desa

Warga Cilograng Apresiasi PT. GHL dan PT. NKE Bangun Akses Jalan Desa

Juni 14, 2026
TIKAM Desak Gubernur Banten Evaluasi Juknis SPMB 2026, Nilai Jalur Domisili Bergeser Menjadi Jalur Akademik

TIKAM Desak Gubernur Banten Evaluasi Juknis SPMB 2026, Nilai Jalur Domisili Bergeser Menjadi Jalur Akademik

Juni 18, 2026
PPPKRI Bela Negara Desak Ombudsman Tutup Permanen 40 Titik Tambang Ilegal di Mancak

PPPKRI Bela Negara Desak Ombudsman Tutup Permanen 40 Titik Tambang Ilegal di Mancak

Juni 08, 2026
IWO Indonesia Kawal Ketat SPMB Banten, Suprani: Jangan Ada Titip-Menitip Berkedok “Uang Terima Kasih”

IWO Indonesia Kawal Ketat SPMB Banten, Suprani: Jangan Ada Titip-Menitip Berkedok “Uang Terima Kasih”

Juni 12, 2026
MBG: Mari Berhijrah Guys

MBG: Mari Berhijrah Guys

Juni 15, 2026
JUKNIS SPMB BANTEN 2026 BERPOTENSI MENIMBULKAN KERANCUAN PUBLIK, JALUR DOMISILI NAMUN NILAI RAPOR MENJADI PENENTU UTAMA

JUKNIS SPMB BANTEN 2026 BERPOTENSI MENIMBULKAN KERANCUAN PUBLIK, JALUR DOMISILI NAMUN NILAI RAPOR MENJADI PENENTU UTAMA

Juni 17, 2026
Kabarindo79.Net

About Us

Kabarindo79.net merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: redaksikabarindo79@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2025 Kabarindo79.Net
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber