Dana BUMDes Rp148 Juta Disorot, Dugaan “Permainan” Menguat, Warga Minta APH Turun Tangan
Kepahiang —Kabarindo.com-- Aroma tak sedap dari pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Suka Sari tahun anggaran 2025 kian menyengat. Anggaran fantastis senilai Rp148 juta yang digelontorkan untuk pengadaan jagung, bibit anggur, dan kambing kini menuai sorotan tajam, menyusul dugaan ketidaksesuaian antara nilai belanja dan kondisi riil di lapangan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, realisasi anggaran tersebut diduga sarat kejanggalan. Sumber internal berinisial H (50) mengungkapkan adanya indikasi praktik “cashback” dalam proses pembelanjaan sejumlah item. Dugaan ini memicu kecurigaan publik bahwa pengelolaan dana desa tidak berjalan transparan.
“Untuk kambing dianggarkan sekitar Rp98 juta, tapi yang dibeli hanya sekitar 30 ekor jantan dengan ukuran kecil, tidak sesuai RAB. Ditambah 10 ekor betina yang disebut hanya Rp500 ribu per ekor. Ini jelas janggal,” ujar H.
Tak hanya itu, alokasi Rp25 juta untuk jagung dan Rp25 juta untuk bibit anggur juga dipertanyakan. Warga menilai nilai anggaran tidak sebanding dengan hasil fisik yang terlihat di lapangan.
“Kalau dihitung secara logika, ini tidak masuk akal. Anggaran besar, tapi barangnya minim kualitas. Ditambah lagi isu cashback, makin kuat dugaan ada permainan,” lanjutnya.
Kondisi ini memantik keresahan warga. Mereka mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) Kabupaten Kepahiang segera turun tangan untuk mengusut dugaan penyimpangan tersebut secara menyeluruh.
“Kami tidak ingin dana desa yang seharusnya untuk kesejahteraan masyarakat justru disalahgunakan. Harus ada transparansi dan pertanggungjawaban,” tegas salah satu warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola BUMDes Desa Suka Sari maupun pemerintah desa belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Kasus ini diprediksi akan menjadi sorotan serius, mengingat besarnya anggaran yang terlibat dan potensi pelanggaran yang dapat merugikan keuangan desa. Publik kini menanti langkah tegas aparat dalam mengungkap kebenaran di balik dugaan tersebut.
RED,.Randi

Posting Komentar