Buruh Bongkar Muat Kehilangan Mata Pencaharian : Dampak Penutupan Tambang Batubara Ilegal di Lebak
![]() |
| foto Ilustrasi |
LEBAK,Kabarindo79.Net – Penertiban operasi tambang rakyat yang diduga ilegal di area milik Perum Perhutani BKPH Bayah oleh Aparat Penegak Hukum (APH) dan petugas Perhutani berdampak nyata pada perekonomian warga.
Kebijakan ini memukul langsung mata pencaharian masyarakat kecil, mulai dari koordinator lapangan (korlap), pengepul batubara, buruh loading (bongkar muat), pedagang kecil, hingga warga yang menggantungkan hidup dari mengumpulkan batubara.
Salah seorang buruh bongkar muat yang enggan disebutkan identitasnya menyampaikan rasa prihatin dan kesedihannya atas penutupan aktivitas tambang tersebut. Ia mengaku kini kehilangan sumber penghasilan utama untuk menghidupi keluarga.
"Jujur Pak, saya selaku buruh merasa sangat prihatin ketika pertambangan batubara rakyat ini ditutup. Sejak penutupan, dampaknya langsung terasa pada pekerjaan kami," ujarnya sambil menangis, Senin (15/6/2026).
Ia berharap pemerintah dan instansi berwenang dapat memberikan solusi yang bijak terkait keberadaan tambang rakyat ini.
"Hanya inilah mata pencaharian kami untuk menafkahi anak dan istri. Dengan berhentinya aktivitas tambang, saya bingung harus berkata apa kepada keluarga di rumah saat pulang tidak membawa uang," tuturnya.
Menanggapi kondisi tersebut, aktivis Lebak Selatan, Deni Ismayadi, meminta pihak berwenang untuk mempertimbangkan faktor urusan perut dan sosial ekonomi masyarakat lokal di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok.
"Menyikapi persoalan tambang rakyat yang dinilai ilegal ini, saya berharap pihak berwenang bisa lebih bijak. Apalagi saat ini harga-harga kebutuhan pokok sudah semakin naik," kata Deni.
Deni menambahkan, ketersediaan lapangan kerja masih menjadi tantangan besar yang belum sepenuhnya teratasi oleh pemerintah. Menurutnya, aktivitas tambang rakyat ini merupakan bentuk kemandirian ekonomi masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja.
"Masyarakat sudah mandiri menciptakan lapangan kerja. Walaupun statusnya ilegal, sebaiknya dilakukan pembinaan dan bimbingan, bukan sekadar ditutup," ungkapnya
Negara akan kuat tambah Deni, dan aman apabila rakyatnya hidup sejahtera.Kenaikan harga barang tidak akan menjadi persoalan besar selama masyarakat mudah dan aman dalam mencari nafkah," pungkasnya
(Tim/Red)

Posting Komentar