Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
Kabarindo79.Net
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Politik
  • Olahraga
  • Opini
  • Wisata
  • Teknologi
  • Info dan Tips
  • Kesehatan
  • Kuliner
Kabarindo79.Net
Telusuri

Beranda 🔴 DANA DESA SUKADATANG LEBONG DISOROT! Dugaan Pola Belanja “Tak Transparan” dan Pos Rawan Penyimpangan Capai Ratusan Juta 🔴 DANA DESA SUKADATANG LEBONG DISOROT! Dugaan Pola Belanja “Tak Transparan” dan Pos Rawan Penyimpangan Capai Ratusan Juta

🔴 DANA DESA SUKADATANG LEBONG DISOROT! Dugaan Pola Belanja “Tak Transparan” dan Pos Rawan Penyimpangan Capai Ratusan Juta

admin
admin
07 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp




LEBONG, BENGKULU – Pengelolaan Dana Desa Sukadatang, Kecamatan Tubei, Kabupaten Lebong tahun anggaran 2025 kembali menjadi sorotan publik. Dari total anggaran Rp 754 juta lebih, tercatat realisasi penyaluran mencapai Rp 695 juta, namun sejumlah pos anggaran dinilai menyisakan tanda tanya besar terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana publik.


Data penyaluran yang diperbarui hingga 30 Mei 2026 menunjukkan adanya sejumlah pos belanja yang dinilai memiliki indikasi rawan penyimpangan administratif hingga potensi mark-up kegiatan, terutama pada sektor infrastruktur dan pos non-fisik desa.



🚨 PENYERAPAN TINGGI, TAPI TRANSPARANSI DIPERTANYAKAN


Secara administrasi, penyerapan Dana Desa Sukadatang tercatat cukup tinggi yakni sekitar 92,21 persen. Namun sejumlah pengamat kebijakan publik menilai, tingginya serapan tidak otomatis mencerminkan kualitas penggunaan anggaran.


Sejumlah pos belanja justru menjadi perhatian karena minim rincian teknis dan output kegiatan.



🔍 POS INFRASTRUKTUR DOMINAN, TANPA DETAIL TEKNIS TERBUKA


Dari total realisasi, anggaran terbesar terserap pada sektor fisik:


Drainase: Rp 248.288.250


Jalan Usaha Tani: Rp 72.421.000



Total lebih dari Rp 320 juta atau hampir separuh Dana Desa.


Namun, dalam dokumen yang beredar, tidak dijelaskan secara rinci volume pekerjaan, panjang jalan, spesifikasi teknis, maupun harga satuan material.


📌 Kondisi ini memunculkan dugaan awal:


> Potensi ketidaksesuaian antara anggaran dan output fisik di lapangan.



⚠️ PENYERTAAN MODAL Rp 123 JUTA JADI SOROTAN UTAMA


Salah satu pos yang paling disorot adalah penyertaan modal desa sebesar Rp 123.744.850.


Pos ini dinilai strategis namun sekaligus paling rawan, karena:


Tidak dijelaskan lembaga penerima secara rinci


Tidak ada laporan hasil usaha atau profit desa


Tidak tersedia indikator kinerja ekonomi (ROI desa)



📌 Aktivis pengawasan desa menilai:


> “Pos penyertaan modal tanpa laporan usaha sering menjadi celah abu-abu dalam pengelolaan Dana Desa.”



🚨 POS “KEADAAN MENDESAK” CAPAI Rp 108 JUTA


Selain itu, pos keadaan mendesak sebesar Rp 108 juta juga menjadi perhatian.


Secara aturan, pos ini seharusnya digunakan untuk:


Bencana


Kejadian luar biasa


Kondisi darurat sosial



Namun hingga kini, belum ada rincian publik mengenai:


Jenis kejadian darurat


Lokasi kejadian


Bukti dokumentasi penggunaan dana



📌 Kondisi ini memunculkan pertanyaan:


> Apakah pos darurat digunakan sesuai peruntukan atau menjadi fleksibilitas anggaran yang terlalu longgar?



🏫 BELANJA NON-FISIK DINILAI MINIM TRANSPARANSI


Beberapa pos lainnya juga tercatat cukup signifikan:


Informasi publik desa: Rp 20 juta


Operasional desa: Rp 10 juta


Kapasitas perangkat & BPD: ±Rp 13 juta



Namun tidak ditemukan rincian publik terkait:


Output kegiatan


Bukti publikasi


Dokumentasi pelatihan atau peningkatan kapasitas


📊 ANALISIS AWAL: ADA “RED FLAG” ADMINISTRATIF


Berdasarkan struktur anggaran, terdapat beberapa catatan indikatif:


🔴 1. Ketergantungan pada pos besar tanpa detail teknis


Drainase dan jalan usaha tani dominan, namun minim spesifikasi.


🔴 2. Penyertaan modal tidak transparan


Tanpa laporan usaha yang dapat diverifikasi publik.


🔴 3. Pos darurat cukup besar tanpa kejelasan kejadian


Berpotensi menjadi ruang fleksibilitas anggaran.


🔴 4. Dokumentasi publik terbatas


Minim informasi terbuka terkait realisasi fisik dan output.



⚖️ CATATAN PENTING


Pakar tata kelola publik menegaskan bahwa temuan ini bukan bukti korupsi, namun merupakan:


> “indikasi awal yang perlu diaudit lebih lanjut oleh Inspektorat atau APIP untuk memastikan kesesuaian antara anggaran, realisasi, dan output fisik.”



Kasus Dana Desa Sukadatang menunjukkan pola umum yang sering terjadi di sejumlah daerah: serapan anggaran tinggi, namun transparansi output masih rendah.


Tanpa audit terbuka dan partisipasi publik yang kuat, sejumlah pos strategis seperti penyertaan modal dan dana darurat berpotensi menjadi titik rawan dalam pengelolaan Dana Desa.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
vimeo Langganan
instagram Follow
rss Langganan
pinterest Follow

Featured Post

Proyek Tandon Sudirman Tigaraksa Senilai Rp24 Miliar Dituding Asal-Asalan, GMAKS Desak APH Turun Tangan

admin- Juni 15, 2026 0
Proyek Tandon Sudirman Tigaraksa Senilai Rp24 Miliar Dituding Asal-Asalan, GMAKS Desak APH Turun Tangan
TANGERANG — Anggaran raksasa senilai total Rp24 miliar lebih yang digelontorkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang sejak tahun…

Berita Terpopuler

KETUA BPPKB BANTEN DAMPINGI LAPORAN DI POLSEK PATIA DIDUGA KORBAN PENGANIAYAAN

KETUA BPPKB BANTEN DAMPINGI LAPORAN DI POLSEK PATIA DIDUGA KORBAN PENGANIAYAAN

Juni 09, 2026
PPPKRI Bela Negara Desak Ombudsman Tutup Permanen 40 Titik Tambang Ilegal di Mancak

PPPKRI Bela Negara Desak Ombudsman Tutup Permanen 40 Titik Tambang Ilegal di Mancak

Juni 08, 2026
Fasilitas RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Kembali Disorot: Keset Diganti Kardus, Pintu Bolong, TV Mati

Fasilitas RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Kembali Disorot: Keset Diganti Kardus, Pintu Bolong, TV Mati

Juni 08, 2026
MERIAH DAN HARU, TK ABA 7 SERANG GELAR HAFLAH AKHIRUSSANAH DI DAPUR OMA

MERIAH DAN HARU, TK ABA 7 SERANG GELAR HAFLAH AKHIRUSSANAH DI DAPUR OMA

Juni 10, 2026
LSM TIKAM Angkat Bicara, Soroti Dugaan Monopoli dan Pengondisian Jalur pada Pra-SPMB Banten 2026

LSM TIKAM Angkat Bicara, Soroti Dugaan Monopoli dan Pengondisian Jalur pada Pra-SPMB Banten 2026

Juni 10, 2026
16 Siswa KB TKIT Azzahroh Lulus dalam Pelepasan Angkatan Tahun 2026

16 Siswa KB TKIT Azzahroh Lulus dalam Pelepasan Angkatan Tahun 2026

Juni 11, 2026
Warga Cilograng Apresiasi PT. GHL dan PT. NKE Bangun Akses Jalan Desa

Warga Cilograng Apresiasi PT. GHL dan PT. NKE Bangun Akses Jalan Desa

Juni 14, 2026
 🔴 DANA DESA SUKADATANG LEBONG DISOROT!    Dugaan Pola Belanja “Tak Transparan” dan Pos Rawan Penyimpangan Capai Ratusan Juta

🔴 DANA DESA SUKADATANG LEBONG DISOROT! Dugaan Pola Belanja “Tak Transparan” dan Pos Rawan Penyimpangan Capai Ratusan Juta

Juni 07, 2026
BLT-DD Tahap 2 Cair, 12 KPM Desa Sukasari

BLT-DD Tahap 2 Cair, 12 KPM Desa Sukasari

Juni 11, 2026
LAPORAN TERLIHAT RAPI, FAKTA LAPANGAN DIDUGA JAUH PANGGANG DARI API: DANA DESA PUNGGUK MERIGANG JADI SOROTAN

LAPORAN TERLIHAT RAPI, FAKTA LAPANGAN DIDUGA JAUH PANGGANG DARI API: DANA DESA PUNGGUK MERIGANG JADI SOROTAN

Mei 05, 2026

Berita Terpopuler

KETUA BPPKB BANTEN DAMPINGI LAPORAN DI POLSEK PATIA DIDUGA KORBAN PENGANIAYAAN

KETUA BPPKB BANTEN DAMPINGI LAPORAN DI POLSEK PATIA DIDUGA KORBAN PENGANIAYAAN

Juni 09, 2026
PPPKRI Bela Negara Desak Ombudsman Tutup Permanen 40 Titik Tambang Ilegal di Mancak

PPPKRI Bela Negara Desak Ombudsman Tutup Permanen 40 Titik Tambang Ilegal di Mancak

Juni 08, 2026
Fasilitas RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Kembali Disorot: Keset Diganti Kardus, Pintu Bolong, TV Mati

Fasilitas RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Kembali Disorot: Keset Diganti Kardus, Pintu Bolong, TV Mati

Juni 08, 2026
MERIAH DAN HARU, TK ABA 7 SERANG GELAR HAFLAH AKHIRUSSANAH DI DAPUR OMA

MERIAH DAN HARU, TK ABA 7 SERANG GELAR HAFLAH AKHIRUSSANAH DI DAPUR OMA

Juni 10, 2026
LSM TIKAM Angkat Bicara, Soroti Dugaan Monopoli dan Pengondisian Jalur pada Pra-SPMB Banten 2026

LSM TIKAM Angkat Bicara, Soroti Dugaan Monopoli dan Pengondisian Jalur pada Pra-SPMB Banten 2026

Juni 10, 2026
16 Siswa KB TKIT Azzahroh Lulus dalam Pelepasan Angkatan Tahun 2026

16 Siswa KB TKIT Azzahroh Lulus dalam Pelepasan Angkatan Tahun 2026

Juni 11, 2026
Warga Cilograng Apresiasi PT. GHL dan PT. NKE Bangun Akses Jalan Desa

Warga Cilograng Apresiasi PT. GHL dan PT. NKE Bangun Akses Jalan Desa

Juni 14, 2026
 🔴 DANA DESA SUKADATANG LEBONG DISOROT!    Dugaan Pola Belanja “Tak Transparan” dan Pos Rawan Penyimpangan Capai Ratusan Juta

🔴 DANA DESA SUKADATANG LEBONG DISOROT! Dugaan Pola Belanja “Tak Transparan” dan Pos Rawan Penyimpangan Capai Ratusan Juta

Juni 07, 2026
BLT-DD Tahap 2 Cair, 12 KPM Desa Sukasari

BLT-DD Tahap 2 Cair, 12 KPM Desa Sukasari

Juni 11, 2026
LAPORAN TERLIHAT RAPI, FAKTA LAPANGAN DIDUGA JAUH PANGGANG DARI API: DANA DESA PUNGGUK MERIGANG JADI SOROTAN

LAPORAN TERLIHAT RAPI, FAKTA LAPANGAN DIDUGA JAUH PANGGANG DARI API: DANA DESA PUNGGUK MERIGANG JADI SOROTAN

Mei 05, 2026
Kabarindo79.Net

About Us

Kabarindo79.net merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: redaksikabarindo79@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2025 Kabarindo79.Net
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber